Total Tayangan Halaman

Senin, 05 Desember 2011

Memilah Sampah dari Rumah

Pengetahuan tentang sampah secara mendetail saya dapatkan dari sekolah tempat saya mengajar. Baru saja kemarin ada ISO 14001:2004, tentang sistem manajemen lingkungan .Ternyata banyak manfaat yang saya dapatkan.Ada beberapa hal yang menjadi sasaran lingkungan, antara lain :sampah,limbah, listrik dan air.
Sampah dibagi menjadi dua, organik dan anorganik. Ada juga beberapa sampah yang menjadi kriteria B3, bahan berbahaya dan beracun.Di sekolah ada pemilahan sampah di mulai dari depan kelas, yang termasuk sampah organik : daun, ranting dan sisa makanan. Sampah anorganik meliputi plastik, kertas dan kaca. Untuk sampah B3 misalnya pecahan bola lampu, tinta printer, pembersih kaca, pembersih lantai, dll.Dari kelas kemudian dibuang ke pusat sampah. Untuk sampah organik dibuat kompos, untuk sampah anorganik dibuat kerajinan daur ulang, untuk sampah B3 diamankan selanjutnya dititipkan ke perusahaan yang memusnahkan sampah B3 seperti Petrokimia.
Saya langsung terpikirkan seandainya pemilahan sampah dimulai dari rumah tangga, dalam keluarga kita. Ada dua tempat sampah, organik dan anorganik, kemudian anggota keluarga membuangnya sesuai jenisnya, tetapi akan menjadi masalah manakala pembuangan di tingkat desa, pembuangan sampah ditumpuk jadi satu, TPA.
Bayangkan kalau dari keluarga sudah dipilah, terus TPA di desa juga sudah dipilah, kemudian sampah tersebut diberdayakan, untuk yang organik dibuat kompos, bisa dijual, untuk yang anorganik didaur ulang bisa menghasilkan uang. Kemudian sampah B3 dimusnahkan sehingga tidak mencemari air, udara dan tanah....wah kayaknya Indonesia akan menjadi sehat, rakyatnya sehat, pikirannya sehat, ekonominya makmur.....yuuuk kita mulai dari dalam rumah kita sendiri, bisa enggak ya?